JAKARTA – Pembantu Ri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, bersama Pembantu Ri Tim Pembantu Ri Merah Putih menandatangani nota kesepahaman (MoU) Yang Terkait Di perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran, mulai Di pelatihan hingga perlindungan anak-anak pekerja.
Adapun yang ikut serta Di penandatanganan ini Di lain Pembantu Ri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, Pembantu Ri Koperasi Budi Arie Setiadi, dan Pembantu Ri Perjalanan Hingga Luarnegeri (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana. Di Itu, hadir pula pejabat lembaga Bangsa Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra.
“Alhamdulillah hari ini kita berkumpul dan menyepakati MoU yang sangat penting Yang Terkait Di pekerja migran dan sektor-sektor pendukungnya,” kata Pembantu Ri Karding usai penandatanganan MoU yang berlangsung Ke Kantor KemenP2MI, Jakarta, Senin (14/7/2025).
Bersama Kementerian Ketenagakerjaan, Pembantu Ri Karding menargetkan pelatihan khusus Untuk 100 ribu Kandidat pekerja migran Indonesia (CPMI) yang Akansegera diberangkatkan Hingga luar negeri.
Pelatihan ini, lanjut Pembantu Ri Karding, Akansegera memanfaatkan balai-balai Pertarungan Persahabatan milik Kemenaker dan berbagai sumber daya yang sudah tersedia.
“Kita minta tolong kepada Kemenaker Untuk menyiapkan dan melatih minimal 100 ribu Kandidat tenaga kerja. Ini penting agar pekerja kita lebih siap dan terlindungi,” jelas Pembantu Ri Karding.
Lewat kerja sama Di Kementerian Koperasi, Pembantu Ri Karding Merangsang pembentukan koperasi pekerja migran Ke kampung-kampung asal para pekerja migran.
Tujuannya, kata Pembantu Ri Karding, agar para pekerja dapat Membuat usaha dan Memperbaiki Keadaan keluarga Ke tanah air.
“Pendampingan ini tidak hanya Pada mereka bekerja Ke luar negeri, tapi juga Pada kembali, supaya koperasi benar-benar tumbuh dan mendukung ekonomi lokal,” tambah Pembantu Ri Karding.
Sambil Itu Di Kementerian Perjalanan Hingga Luarnegeri, sinergi difokuskan Ke Pembuatan sumber daya manusia Ke sektor hospitality, spa, dan jasa lain yang juga diminati Ke luar negeri.
Di Itu, desa wisata yang beririsan Di Langkah Desa Migran Emas Akansegera dijadikan model pemberdayaan ekonomi.
“Yang pertama, penyiapan sumber daya manusia lewat pelatihan, Sebab kebutuhan hospitality, spa, dan lain sebagainya Ke luar negeri juga cukup besar,” jelas Karding.
Artikel ini disadur –> 0kezone.com Indonesia Berita News: Pekerja Migran Dilatih dan Dilindungi, Keluarga Ke Desa Diprioritaskan : Portal Cakrawala Economy











